Kamis, 31 Desember 2015

KAMAR KOSONG, Redd Joan

KAMAR KOSONG
Peri angin jongkok berdiri
Ketuk pintu menahan sakit perut
Padahal kamar isinya kosong
Lubang-lubang kerutkan dahi
Pikir pagi main mahjong
Tunggu siang sibuk jaring langit
Turun malam pesta arak
Jadi,
Kapan mabuk?
Jelang pagi sepi meraung-raung
Persis kematian dekat jakun
Pintu berderit tangis terjepit
Melihat peri perih bicara pada sakit
Jadi,
Kapan sembuh?
Obat berpikir sebuah kapal pesiar
Bau laut mengawini mercusuar
Tetap saja kamar penuh kosong
Tanpa tubuh tubuh bicara
Ini adalah sendiri yang berpesta
Bergantungan penuh,
Mainan lonceng tak saling kenal
Nama-nama bisu bicara bahasa batin
Bentuk bulan bendera-bendera
tanggalan karun simpan
lagu lama pada janji tua
RJ_ 161215

Belum Sudah, Ghee Wirawan II

Belum Sudah
belum adalah sebelum sudah
tetapi belum tentu memang belum
belum-belum sudah merasa belum
belum lagi kalau ternyata belum
sudah belum dibilang belum?
ah, belum sudah tidak masalah
sudah itu setelah belum
sudah tentu memang sudah
sudah, sudah, jangan ributkan belum
sudah pasti akan sudah
belum sudah dibilang sudah?
aha, sudah belum tidak masalah
Pontianak, Desember 2013.

TAHUN BARU, Muhammad Lefand

TAHUN BARU
meski yang baru adalah kalendernya
meski yang baru adalah hitungannya
peringatannya sangat aneh
kutahu terompet digunakan malaikat Isrofil
sebagai tanda akan kiamat
kulihat setiap peringatan tahun baru
orang-orang meniup terompet
apakah akhir tahun adalah kiamat
apakah awal tahun adalah kehidupan kembali
kupaham aku sendiri tak mengerti
semoga terompet yang dibunyikan
bukan simbol meminta kiamat
selamat tahun bertambah satu angka
selamat tahun yang katanya tahun baru
Jember, 12 Desember 2015

NYAMPAH, YUK ,Samsuni Sarman


NYAMPAH, YUK

pagi yang mendung di awal desember
kutemui seonggok sampah dalam kritik super ego
diurainya bagai struktur bahan kimiawi
yang memilah antara unsur dan makna
lantas terwujud kesempurnaan rupa
namun kehilangan nurani dan moralitas
sampah itu, katanya melimpah
siang yang benderang di akhir desember
kutemui sebaris kata dalam puisi yang bernas
kusimpan selarik kisah dalam prosa yang cerah
lahir dari coretan resepsi sastra
kritik yang lepas dari stilistika dan semiotika
namun nyaman dibaca, padahal sampah juga
karena ada tawar-menawar diksi
tak lebih sehibar ungkapan kabar berita
tanpa esensi aksi dan reaksi
usai lindap senja pada mentari desember
kunikmati seloroh sastra dalam kritik formulisme
mencibir tradisi dengan idiom puisi tak bertuan
dan menuhankan kebaruan dialektika tekstual
kincir angin yang dibangun pada pegunungan
menebar rasuah di setiap hembusan
bercinta dengan sebatang gandum ranum
hingga bulir padi sunyi menepi rasa
sampah pun tak henti menyusun kata
dan terus menghilir arus sampai muara
tempat berlabuh suka
banjarmasin 31/12/2015

PERTANYAAN MALAM, Riswo Mulyadi

PERTANYAAN MALAM

sudah berapa lama kau bergumul dengan waktu
berapa kali kau memanggilnya datang
berapa banyak yang benar-benar engkau nikmati?
aku merasakan pergantian begitu cepat
belum juga kunikmati, ia keburu pergi
belum juga kurasakan manisnya bercinta
kau sudah berlalu
entah berapa kecupan yang kau berikan
kaupun meninggalkanku
aku tak mau memanggilmu
kubiarkan kau datang dan pergi sesukamu
karena aku hanya ingin menitip salam saja
untuk kekasihku
01 Januari 2016

Selasa, 29 Desember 2015

ANAK LADANG BERKAKI BAMBU, Riswo Mulyadi

ANAK LADANG BERKAKI BAMBU

di atas egrang membangun kaki-kaki tegar
berotot tali bambu dan rotan
ia menuruni bukit
mengejar huruf dan angka pada lembaran buku yang tak mampu ia beli
bangku sekolah yang terbuat dari kayu yang tumbuh di sisi rumahnya
hampir tak mampu ia duduki
kadang ia meluncur di atas upih menuruni bukit
berburu sajak perih di halaman sekolah
bukan ia tak mampu menghitung rupiah yang berbaris dalam lembar kertas yang ia terima dari kantor sekolahnya
ia hanya tak mampu menggenggam lembar-lembarnya
anak ladang berkaki bambu tetap ingin berlari mengejar mimpi
di antara dua bukit, 28 Desember 2015

PERSATUAN SEPAK SIKUT, Yuditeha

PERSATUAN SEPAK SIKUT

pelajaran pertama aku harus kalah
sebab tanpa kekalahan
tak pernah aku mendapatkan memar di sekujur tubuh
pelajaran kedua aku harus berpenampilan buruk
sebab tanpa keburukan
tak pernah aku mengerti tentang kesucian diri

KERETA BAYI, Nana Sastrawan

KERETA BAYI
Ada kereta bayi melenggang sendirian di jalan lalu kereta bayi jatuh ke sungai
tangisnya membangunkan malam
semua orang berlari keluar rumah
dia tenggelam
siapa pemiliknya?
setelah peristiwa mencekam itu
sering terdengar bayi menangis
dari semak-semak
tubuhnya kuyup diguyur hujan
ada bayi menjerit-jerit dari selokan
wajahnya merah dikerumuni nyamuk
ada bayi meronta-ronta di dalam kardus
masih basah darah
setiap menjelang pagi
orang-orang bergegas
membawa bayi-bayi itu
untuk diperbincangkan di televisi.

Denis Hilmawati : KERAJAAN PISANG


Denis Hilmawati

KERAJAAN PISANG

di kerajaan pisang raja
tidak ada paksaan
untuk tunduk kepada raja
karena ada pisang tanduk|
yang akan melindungi raja
pisang raja
mendukung rakyatnya
untuk tampil semanis mungkin
dan semulus mungkin
pisang raja tidak akan
komplain pada rakyatnya
yang suka sembunyi
di celana
mana kala senja tiba
Solo, 29 Desember 2015
denis.

SEHELAI KAPAS Arya Setra

SEHELAI KAPAS
aku hanyalah sehelai kapas
yang lepas dari tangkai nya
terbang terbawa angin
meliuk liuk,,melambai lambai
aku tak tau arahku kemana
yang aku tau,, kemana arah angin pergi
kesitulah aku berada
utara,,selatan,,barat ataupun timur.
ketika hujan badai datang
diriku lunglai, basah dan tak berdaya apa-apa
karena aku hanyalah kapas....
aku hanyalah sehelai kapas
yang suatu saat bisa menjadi benang
menjadi kain,,,,,dan menjadi pakaian
yang bisa menutupi aurat mu
dari rasa malu harga diri mu
aku sehelai kapas dibajumu
yg bisa menghalangi panas
dari terik mentari...
memberi kehangatan dari terpaan angin
dan basahnya air hujan
aku sehelai kapas atas pakaian mu
yang siap menjaga dan melindungi kulit mulus mu
dari segala luka
dari segala cerca serta hina....
aku sehelai kapas atas bantal mu
yang siap menghantar mimpi mimpi indah
menuju taman luas yang penuh bunga warna warni
serta aliran sungai yang mengalir menembus nadi-nadi
sulbi dalam hidup mu
aku sehelai kapas pakaian dan bantalmu
yang suatu saat siap di campakkan,, ketika aku
tidak bisa menjaga, melindungi dan
membawa mimpi-mimpi indah mu...
karena aku hanyalah sehelai kapas.....

MENGEJA SENJA Aberijlain Gomar Samsara

MENGEJA SENJA
Lihatlah padamu wahai hati
Warna jingga perlahan memudar
Ditelan laut dengan pasti
Kini, malam dengan lancang membuka cadar
Burung-burung bangau kembali ke sarang
Mempersiapkan diri merajut benang-benang mimpi
Luruslah wahai hati dan tenang
Merajut burai-burai waktu sebelum rimpi
Jepara, 291215

Sabtu, 26 Desember 2015

Muhammad Lefand

SALAM PANTAI SALAM LAUTAN
kini tiba waktunya
harimau dan srigala makan rumput
kini tiba masanya
kambing dan musang berdebat
kini tiba eranya
tikus dan buaya menjadi raja
kini tiba saatnya
bebek dan ayam jadi pujangga
kini Muhammad Lefand
waktunya intropeksi
masanya bersemedi
eranya percaya diri
saatnya menulis diri sendiri
salam pantai
pada puisi
salam lautan
pada diksi
salam pantai
kini tiba waktunya salam
salam lautan
kini tiba masanya salam
salam pantai lautan
kini tiba eranya salam
salam lautan pantai
kini tiba saatnya salam
Muhammad Lefand
memberi salam pada langit dan bumi
semoga semoga dan semoga
Jember, 25-12-2015

Muhammad Lefand

SAYEMBARA MANUSKRIP PUISI
pengumuman
bahwasanya sayembara manuskrip puisi
akan segera diadakan oleh Muhammad Lefand
di dalam mimpi
tanpa dewan juri
tanpa panitia
siapa yang bermimpi menjadi pemenangnya
dialah pemenangnya
harap maklum
keputusan boleh diganggu gugat
tapi tidak boleh mengganggu orang tidur
salam semoga
Jember, 25-12-2015

DUA EKOR KUCING Suyitno Ethex

DUA EKOR KUCING
di dalam rumah tanpa sorot lampu
enak-enak menikmati lamunan
meongggggggggggg
tersentak aku, buyar lamunanku
aku buka pintu, dua ekor kucing berhadap-hadapan
aku biarkan, aku perhatikan
kayaknya kucing jantan dan kucing betina
dari gerak geriknya memberi tanda
meonggggggggg
plek tumplek bergumul merangkul
dua ekor kucing sedang berkawin
gerak geriknya tak amburadul
nampak jelas nafasnya saling memburu
mau aku hamtam sandal biar berlalu
tapi sayang dan kasihan nanti terganggu
maka kututup lagi pintu
membiarkan dua ekor kucing memuaskan nafsu
mjk. 25/12/2015

AIRMATA PERTAMA Ribut Achwandi

AIRMATA PERTAMA
aku rindu tangisan pertamaku
tetapi aku lupa tangisan itu
ibu tak pernah menyimpan
airmata itu untukku
bila aku menangis
ibu menyeka airmataku
mendendang nyanyian
menghentikan tangisanku
aku rindu tangisan pertamaku
setelah berpuluh tahun lamanya
aku kehilangan tangisan kejujuranku
memainkan ritmenya nada hingga suaranya
semua aku mainkan dalam lakon hidup
yang serba tertutupi dusta
aku rindu tangisan pertamaku
karena airmataku ini telah ternoda dusta
bercak-bercak kepura-puraan
telah merupa lendir
aku rindu tangisan pertamaku
ketika pagi menyambut hadirku
tiga puluh lima tahun silam
dan dosa belum ditorehkan
pada tetesan pertama airmataku
airmata bayi
Pekalongan, 26 Desember 2015

Aberijlain Gomar Samsara

TUN
Kubayangkan kita sepasang kunang-kunang
Mengertap dari daun ke daun lalu terbang
Menimbulkan takjub setiap mata memandang
Kita berkawin di alas malam dengan tenang
‪#‎Kwatrin‬
Jepara, 261215

Senin, 21 Desember 2015

KORUPSI, Wardjito Soeharso

KORUPSI
Presiden mbingungi
Menteri mbanyaki
Wakil Rakyat ngapusi
Gubernur nganyeli
Bupati kemaki
Walikota nggombali
Pegawai Negeri njelehi
Pengusaha nyogoki
Koran ngompori
Televisi nggilani
Rakyat setengah mati
Wis, lengkap negeri iki
Kabeh kuwi mergo siji
:KORUPSI
09.12.2015

KAU DATANG DI PAGI BUTA, Agustav Triono

KAU DATANG DI PAGI BUTA
Kau datang di pagi buta
Kau ketukketuk gubuk reyotku
Kau uluk salam senyum mengembang
Kau jabat hangat tanganku
Kau tatap penuh arti mata sayuku
Kau sapu pandang seluruh ruang gubuk kumuhku
Kau mengumbar janji menyulapnya jadi istana
Kau sungguh mulia
Kau tak lupa selipkan amplop bergambar wajahmu
Kau bisikkan pesan rahasia
Kau berpamitan lambaikan tangan
Kau mengesankan aku
Aku tahu awal mula jalanmu
Aku tak silap segala rayumu
Aku kan berpikir ulang memilihmu
Aku membaca matamu yang penuh pengharapan
Aku tak mau kau tiputipu lagi
Aku pun penuh duga kau menebar benih untuk raih yang lebih
Bukan aku tak yakin kali ini namun telah berulang kali bertahun kali kau terus mengalikan anggaran atas nama rakyat sedang nyatanya rakyat terus menderita begini.
9.12.2015

selvi, Sokanindya Pratiwi Wening

selvi
selvi, gadis kecil cantik jelita
kelas lima esde ibtidai'ah
menunggak uang sekolah
pun uang buku dari semester yang sudah
selvi makan sekali sehari
sebab bapaknya cuma pencari batu di kali
syukur kalau masih bisa makan nasi
bersama ibunya, si tabah, sunarsi
airmata selvi mengalir di pipi
bukan karena tahu kekayaannya dicuri
oleh orang-orang yang tak tahu diri
mengobral janji seperti orang suci....
selvi cuma satu diantara jutaan selvi lainnya
yang bingung jika berhitung
lima ratus miliar itu berapa
bahkan juga jika dibagi sejuta...!
Krueng Geukueh, 09/12/2015

ada bintang di langit,zaeni boli

ada bintang di langit
tapi di hatiku kaga
ada percik api di musim semi
tapi padam di telan malam
aku ingin melingkari tubuhku dengan pertanyaan
lalu mencelupkannya ke dalam teko
hai engkau
siapa namamu
siapa nama binatangmu
yang jinak boleh
yang liar jangan
adalah chairil yang jalang
bukan burung merak
apalagi komodo
oh pulau dewata
oh raja ampat
mengapa keindahan selalu tak terjamah
orang orang malas
ada teh hangat
di sore yang cerah
sebelum hujan
sambil menatapmu
warna pelangi datang lebih awal
lalu patah
seperti patahnya ranting kering
yang terinjak sepatu tentara
zaeni boli 2015