Dunia Paranoia
Melihat perempuan berrok mini
Itu sumber perkosaan kau yakini
Melihat kebaya kelihatan pundak
Kau takut nafsu bangsa meledak
Lalu kau kaburkan gambar indah di televisi
Kau beri penjelasan segala kecurigaan
seolah paling berjasa menjaga ahlak
anak anak
tapi sebenarnya kau sedang sakit
entah karena terkena virus
atau salah mengeja ayat
Aslinya, kau sendiri tak mampu menahan syahwat
kau jadi penguasa paranoia
mengajak semua saling curiga
Aduh kacamatamu apa
sehingga hampir semua terlihat nista
Ambang nafsu di bawah pusar
sesekali kau perlu ditampar
supaya sadar
dan otakmu bisa mekar.
Maret 2016
Dewa Putu Sahadewa
Sebuah antologi sebagai sekumpulan puisi yang tanggap akan perilaku ‘sakarepmu dewasa ini, sehingga membuat penyair mbeling berbuat ‘sekarep-nya dalam memotret perkembangan Indonesia dewasa ini. Menutup tahun 2015 sebagai tahun-tahun pancaroba negeri puisi-puisi ‘sakarepmu dalam sekumpulan puisi yangbernama Sakkarepmu ini mewarnai khasanah sastra Indonesia.
Kamis, 24 Maret 2016
apa yang ingin kau utarakan, zaeni boli 2016
apa yang ingin kau utarakan
jangan kau selatankan
ada timur ada barat
juga tenggara
jangan kau selatankan
ada timur ada barat
juga tenggara
perbedaan adalah nyala api
seiring berjalannya waktu ia padam
menyisakan dendam di hati manusia
seiring berjalannya waktu ia padam
menyisakan dendam di hati manusia
duhai kawanan kijang yang menyeberang lautan
juga burung hantu yang mengubur mimpinya di hari senin
juga burung hantu yang mengubur mimpinya di hari senin
ada apa gaduh
dunia maya mengajak kita untuk sulit tidur
dan berpikir hal hal yang tidak perlu
tak ada lagi air mata di beranda
apalagi air hujan
jika ada maka rusak laptop ini
dan berpikir hal hal yang tidak perlu
tak ada lagi air mata di beranda
apalagi air hujan
jika ada maka rusak laptop ini
zaeni boli 2016
BALADA MENDIDIK ANAK karya A Slamet Widodo
BALADA MENDIDIK ANAK
mendidik anak
susah susah gampang
ada yang dididik keras
hasilnya mengecewakan
ada yang dilepas
hasilnya memuaskan
ada yang dididik sekadarnya
hasilnya lumayan
mendidik anak adalah kewajiban
hasilnya tak bisa dipastikan
tergantung nasip dan peruntungan
yang berat ketika anak kita mampu
biayai pendidikan orang tua tak mampu
rasa bersalah menikam kalbu
anak kita didik baik
kita ajarkan kejujuran
kita ajarkan cinta
kita ajarkan kesopanan
ketika ia kita lepas
anak kita bingung
tak siap menerima keadaan
diluar beda dengan yang diajarkan
yang jahat dapat kemudahan
yang munafik dapat kedudukan
yang busuk dapat tepukan
anak kita terombang ambing
bergulat dengan kegalauan
lihat ....lihatlah
anak kita belajar menentukan
ada yang frustasi
ada yang percaya diri
ada yang ndablek terserah nanti
orang tua bisa menasehati
tapi tanpa keteladanan
semua nasehat tidak berarti
anak kita butuh contoh bukan nasehat
orang tua boleh bangga anaknya hebat
berkat didikan keras dan disiplin ketat
tapi salah memilih jodoh
semuanya salah semua bermasalah
Yang penting bagi orang tua
pendidikan baik sudah diberikan
budi pekerti sudah diajarkan
Tuhan sudah dikenalkan
bila nasip kita mujur
anak kita jadi orang yang diharapkan
biila nasip kita apes
anak kita jadi orang bermasalah
bila hal ini terjadi
tetap saja orang tua yang salah
Jakarta, 21 Maret 2016
mendidik anak
susah susah gampang
ada yang dididik keras
hasilnya mengecewakan
ada yang dilepas
hasilnya memuaskan
ada yang dididik sekadarnya
hasilnya lumayan
mendidik anak adalah kewajiban
hasilnya tak bisa dipastikan
tergantung nasip dan peruntungan
yang berat ketika anak kita mampu
biayai pendidikan orang tua tak mampu
rasa bersalah menikam kalbu
anak kita didik baik
kita ajarkan kejujuran
kita ajarkan cinta
kita ajarkan kesopanan
ketika ia kita lepas
anak kita bingung
tak siap menerima keadaan
diluar beda dengan yang diajarkan
yang jahat dapat kemudahan
yang munafik dapat kedudukan
yang busuk dapat tepukan
anak kita terombang ambing
bergulat dengan kegalauan
lihat ....lihatlah
anak kita belajar menentukan
ada yang frustasi
ada yang percaya diri
ada yang ndablek terserah nanti
orang tua bisa menasehati
tapi tanpa keteladanan
semua nasehat tidak berarti
anak kita butuh contoh bukan nasehat
orang tua boleh bangga anaknya hebat
berkat didikan keras dan disiplin ketat
tapi salah memilih jodoh
semuanya salah semua bermasalah
Yang penting bagi orang tua
pendidikan baik sudah diberikan
budi pekerti sudah diajarkan
Tuhan sudah dikenalkan
bila nasip kita mujur
anak kita jadi orang yang diharapkan
biila nasip kita apes
anak kita jadi orang bermasalah
bila hal ini terjadi
tetap saja orang tua yang salah
Jakarta, 21 Maret 2016
Jumat, 04 Maret 2016
Penyair Mbeling Luncurkan Antologi Puisi Sakkarepmu di Warrung Apresiasi Bulungan.
Penyair Mbeling Luncurkan Antologi Puisi Sakkarepmu di Warrung Apresiasi Bulungan.
Sakkarepmu memcapai puncak disaat peluncuran bukunya Rabu 2 Maret 2016 di Warung Apresiasi Bulungan Jakarta tempat dimana Sastra Reboan bermarkas dibawah garapan tokoh penyair mbeling Indonesia Aloysius Slamet Widodo. Saat itu juga dihadiri beberapa penyair nasional seperti Sosiawan Leak ,RgBagus Warsono, Wardjito Soeharso, Samsuni Sarman, Ali Arsy, Dedari Rsia, Budhi Setyawan Penyair Purworejo, Wans Sabang, dan Bambang Widiatmoko yang terlibat dalam buku sastra yang sempat menggegerkan itu. Dan tampak pula beberapa penyair muda terkenal lain seperti Zaeni Boli, Fitrah Anugerah, Dan beberapa penyair muda lain pengisi antologi ini.
Dalam sambutannya Aloysius Slamet Widodo mengharap agar generasi muda memiliki keberanian menulis sebebas-bebasnya namun tetap memiliki kandungan sastra, sedang RgBagus Warsono menyampaikan bahwa Sakkarepmu yang banyak memperoleh sambutan ini digarap dengan keterbatasan yang serba 'kurang segala sesuatunya. Dan dua tokoh ini mengucapkan terima kasih pada semua yang dapat hadir .
Tampak diantaranya terdapat tokoh-tokoh penyair terkiniseperti Dyah Kencono Puspito Dewi , Salimi Ahmad, Harry Tjahjono, Herman Syahara, Fanny Jonathans, Nani Tanjung, Dedy Tri Riyadi, dan masih banyak pelaku sastra lainnya yang hadir di peluncuran buku puisi Sakkarepmu itu.
Pada deretan penyair muda tampak dua penyair yang menaik namanya saat seperti Damar Anggara dan Kidung Purnama dari Jawa Barat. Turut Hadir pula Agus Chaerudin dari Tangerang.
Peluncuran Buku Sakkarepmu itu bertambah meriah saat Aloysius Slamet Widodo membacakan sajak-sajaknya yang membuat Warung Apresiasi Bulungan 'meledak tawa. Puisi-puisi berjudul Puisi Birahi dan puisi Asu karya pengarang mbeling ini menjadikan suasana puncak Sakkarepmu.
Acara yang dipandu Sosiawan Leak penyair populair Indonesia saat ini membuat hangatnya suasana malam Bulungan.
Menurut Harry Tjahjono ketika dinobatkan untuk memberikan komentar menyatakan bahwa kreatifitas Sastra Mbeling akan dapat membuahkan berbagai karya baru yang dapat menasional seperti Antologi Sakkarepmu ini yang justru muncul dari daerah.
Sedangkan penyair-penyair muda dari daerah mengharap agar kesempatan itu harus diberikan dari para seniornya agar dapat mengisi khasanah kesusastraan Indonesia semakin maju. (ulasan rgbagus warsono 4-2-2016)
Sakkarepmu memcapai puncak disaat peluncuran bukunya Rabu 2 Maret 2016 di Warung Apresiasi Bulungan Jakarta tempat dimana Sastra Reboan bermarkas dibawah garapan tokoh penyair mbeling Indonesia Aloysius Slamet Widodo. Saat itu juga dihadiri beberapa penyair nasional seperti Sosiawan Leak ,RgBagus Warsono, Wardjito Soeharso, Samsuni Sarman, Ali Arsy, Dedari Rsia, Budhi Setyawan Penyair Purworejo, Wans Sabang, dan Bambang Widiatmoko yang terlibat dalam buku sastra yang sempat menggegerkan itu. Dan tampak pula beberapa penyair muda terkenal lain seperti Zaeni Boli, Fitrah Anugerah, Dan beberapa penyair muda lain pengisi antologi ini.
Dalam sambutannya Aloysius Slamet Widodo mengharap agar generasi muda memiliki keberanian menulis sebebas-bebasnya namun tetap memiliki kandungan sastra, sedang RgBagus Warsono menyampaikan bahwa Sakkarepmu yang banyak memperoleh sambutan ini digarap dengan keterbatasan yang serba 'kurang segala sesuatunya. Dan dua tokoh ini mengucapkan terima kasih pada semua yang dapat hadir .
Tampak diantaranya terdapat tokoh-tokoh penyair terkiniseperti Dyah Kencono Puspito Dewi , Salimi Ahmad, Harry Tjahjono, Herman Syahara, Fanny Jonathans, Nani Tanjung, Dedy Tri Riyadi, dan masih banyak pelaku sastra lainnya yang hadir di peluncuran buku puisi Sakkarepmu itu.
Pada deretan penyair muda tampak dua penyair yang menaik namanya saat seperti Damar Anggara dan Kidung Purnama dari Jawa Barat. Turut Hadir pula Agus Chaerudin dari Tangerang.
Peluncuran Buku Sakkarepmu itu bertambah meriah saat Aloysius Slamet Widodo membacakan sajak-sajaknya yang membuat Warung Apresiasi Bulungan 'meledak tawa. Puisi-puisi berjudul Puisi Birahi dan puisi Asu karya pengarang mbeling ini menjadikan suasana puncak Sakkarepmu.
Acara yang dipandu Sosiawan Leak penyair populair Indonesia saat ini membuat hangatnya suasana malam Bulungan.
Menurut Harry Tjahjono ketika dinobatkan untuk memberikan komentar menyatakan bahwa kreatifitas Sastra Mbeling akan dapat membuahkan berbagai karya baru yang dapat menasional seperti Antologi Sakkarepmu ini yang justru muncul dari daerah.
Sedangkan penyair-penyair muda dari daerah mengharap agar kesempatan itu harus diberikan dari para seniornya agar dapat mengisi khasanah kesusastraan Indonesia semakin maju. (ulasan rgbagus warsono 4-2-2016)
Minggu, 28 Februari 2016
" SEMUSIM ", Uncu Nelma
" SEMUSIM "
Semusim tlah berganti
Ada helai kasih yang tersisih
Ada janji suci yang terhianati
Semusim berlalu tanpa kekasih
Semusim tlah berganti
Ada helai kasih yang tersisih
Ada janji suci yang terhianati
Semusim berlalu tanpa kekasih
Semusim tlah berlalu
Kisah kelabu sisakan pilu
Kenangan manis hanya sembilu
Semusim berlalu di malam lalu
Wahai semusim...
Janganlah cepat berlalu
27Feb2016
*****************
Kisah kelabu sisakan pilu
Kenangan manis hanya sembilu
Semusim berlalu di malam lalu
Wahai semusim...
Janganlah cepat berlalu
27Feb2016
*****************
Untuk air mata yang tak pernah kau mengerti, Untuk air mata yang tak pernah kau mengerti
Untuk air mata yang tak pernah kau mengerti
Kembali memeluk senyap
Memahat namamu di keabadian rasa
Meski mimpi hanya terukir pada desiran angin
Teretes hujanpun tak mampu menghapus kenangan
Saat lembaran kisah menyatukan kita dalam dongeng semara terindah
Kembali memeluk senyap
Memahat namamu di keabadian rasa
Meski mimpi hanya terukir pada desiran angin
Teretes hujanpun tak mampu menghapus kenangan
Saat lembaran kisah menyatukan kita dalam dongeng semara terindah
Aku kehilangan kelembutanmu
Aku kehilangan merah jinggamu
Dimanakah engkau wahai pelukis pelangi jiwaku?
Dimanakah penyemat asa nafasku?
: tanpamu aku limbung!
~952104Untuk air mata yang tak pernah kau mengerti~
Aku kehilangan merah jinggamu
Dimanakah engkau wahai pelukis pelangi jiwaku?
Dimanakah penyemat asa nafasku?
: tanpamu aku limbung!
~952104Untuk air mata yang tak pernah kau mengerti~
PUISI SUKA-SUKA, Agus Chaerudin
PUISI SUKA-SUKA
Ini puisi atau bukan
Aku tak begitu peduli
Sejak sekolah dasar
Nilai bahasa ibuku
Sangatlah buruk
Dan sering kena marah guru
Ini puisi atau bukan
Aku tak begitu peduli
Sejak sekolah dasar
Nilai bahasa ibuku
Sangatlah buruk
Dan sering kena marah guru
Aku seorang penyendiri
Temanku hanya kamar sepi
Dan tempelan huruf abjad
Di dinding kusam berjejer
Semakin lama kian menggelitik
Kujadikan susunan permainan
Serupa puzzle atau scrabble
Aksara kutata bolak balik
Akhirnya puisi pertama tercipta
Lahir dari rahim kesunyian
Tanpa erang kesakitan seorang ibu
Dan puisiku juga tak berkiblat
Puisiku ada atau tiada
Pun tak pernah dianggap
Ya, suka-sukakulah
Kutempatkan di singgasana
Paling terhormat dan kumahkotai
Di kumpulan sejarah hidupku
Bogor, AC28022016
Temanku hanya kamar sepi
Dan tempelan huruf abjad
Di dinding kusam berjejer
Semakin lama kian menggelitik
Kujadikan susunan permainan
Serupa puzzle atau scrabble
Aksara kutata bolak balik
Akhirnya puisi pertama tercipta
Lahir dari rahim kesunyian
Tanpa erang kesakitan seorang ibu
Dan puisiku juga tak berkiblat
Puisiku ada atau tiada
Pun tak pernah dianggap
Ya, suka-sukakulah
Kutempatkan di singgasana
Paling terhormat dan kumahkotai
Di kumpulan sejarah hidupku
Bogor, AC28022016
Jumat, 26 Februari 2016
ZAKAR oleh Aloysius Slamet Widodo
ZAKAR
satu jengkal dibawah pusar
ada buah namanya zakar
tempat limbah dan racun keluar
tapi juga alat vital keturunan disebar
satu jengkal dibawah pusar
ada buah namanya zakar
tempat limbah dan racun keluar
tapi juga alat vital keturunan disebar
benda ini memanjang dan mekar
ketika diraba
ketika ngeres pikirnya
atau disengat serangga
benda ini mengecil dan hilang
ketika ketakutan
ketika kedinginan
benda ini
selalu menutupi dirinya
dengan pakaian
maka disebut kemaluan
benda ini bila menyelam
dan butuh keamanan
memakai pakaian selam
namanya kondom
otot raja ini
sumber kesenangan tiada habisnya
alat menikmati surga dunia
tapi juga bisa menjadi neraka
ketika benda ini tak perkasa
otot raja ini
bila dimaki mati
bila dielus berdiri
otot raja ini
bila sunatnya kebeneran
dapat isteri kaya,pinter dan nurut
bila sunatnya salah
dapat isteri mlarat ,galak dan nyebelin
otot raja ini
oleh orang Bali diukir
sebagai bagian dari budaya
agar menjadi barang antik
otot raja ini
oleh orang Belanda ditatto
kalau tidur namanya "adam"
kalau bangun "Amsterdam"
semua wanita anti kekerasan
kecuali kekerasan terhadap benda ini
............didambakan!
benda ini sangat berharga
lihatlah ketika orang main sepak bola
kearah lawan menembak bola
lawan dengan naluri manusia
menyilangkan tangan di kemaluan bukan dikepala !
jakarta,28 oktober 2010
ketika diraba
ketika ngeres pikirnya
atau disengat serangga
benda ini mengecil dan hilang
ketika ketakutan
ketika kedinginan
benda ini
selalu menutupi dirinya
dengan pakaian
maka disebut kemaluan
benda ini bila menyelam
dan butuh keamanan
memakai pakaian selam
namanya kondom
otot raja ini
sumber kesenangan tiada habisnya
alat menikmati surga dunia
tapi juga bisa menjadi neraka
ketika benda ini tak perkasa
otot raja ini
bila dimaki mati
bila dielus berdiri
otot raja ini
bila sunatnya kebeneran
dapat isteri kaya,pinter dan nurut
bila sunatnya salah
dapat isteri mlarat ,galak dan nyebelin
otot raja ini
oleh orang Bali diukir
sebagai bagian dari budaya
agar menjadi barang antik
otot raja ini
oleh orang Belanda ditatto
kalau tidur namanya "adam"
kalau bangun "Amsterdam"
semua wanita anti kekerasan
kecuali kekerasan terhadap benda ini
............didambakan!
benda ini sangat berharga
lihatlah ketika orang main sepak bola
kearah lawan menembak bola
lawan dengan naluri manusia
menyilangkan tangan di kemaluan bukan dikepala !
jakarta,28 oktober 2010
PETRUK KANTONG BOLONG, Bambang Isworo-Tjelah Teater
PETRUK KANTONG BOLONG
------------------------------------------------
terus bergunjing
kering terasa basah
kantongnya bolong
memberi tak diminta
membagi sama rata
---------------------------------
bis/t2/02/06
------------------------------------------------
terus bergunjing
kering terasa basah
kantongnya bolong
memberi tak diminta
membagi sama rata
---------------------------------
bis/t2/02/06
Cerasu Ceceep :Ketika orang sibuk menulis puisi
Ketika orang sibuk menulis puisi
nenek saya sibuk mengulek sambal terasi,
bakar ikan asin,
bakar pete,
bakar sate,
bakar rumah tetangga dengan wanginya.
.
Ketika perut lapar
kata Nenek orang melupakan puisi,
dan sambal Nenek sudah jadi
sambil makan Nenek berkata:
"Ini juga puisi."
nenek saya sibuk mengulek sambal terasi,
bakar ikan asin,
bakar pete,
bakar sate,
bakar rumah tetangga dengan wanginya.
.
Ketika perut lapar
kata Nenek orang melupakan puisi,
dan sambal Nenek sudah jadi
sambil makan Nenek berkata:
"Ini juga puisi."
etimologi
Sakkarepm/Sakarepmu.
awalan sak/sa= se ; contoh : Sakmestine (seharusnya), Sakkersane (sesukanya), menyatakan sifat
awalan sa = se ; contoh: saseprene, sawis'e, sadurunge (menyatakan waktu)
awala sa= se : sekabeh'e, saktitik , sakebek , sakcuil (menyatakan jumlah dan isi.
kata dasar karep = keinginan/kemauan
awalan sak/sa= se ; contoh : Sakmestine (seharusnya), Sakkersane (sesukanya), menyatakan sifat
awalan sa = se ; contoh: saseprene, sawis'e, sadurunge (menyatakan waktu)
awala sa= se : sekabeh'e, saktitik , sakebek , sakcuil (menyatakan jumlah dan isi.
kata dasar karep = keinginan/kemauan
dialah matahari, Cerasu Ceceep
dialah matahari
yang menggigit kuping saya
menjadi merah
ia itu genit
mungkin tengah birahi
berkebaya tanpa peniti
.
padahal saya telah kadung
rindui bulan
yang bulat menawan
tanpa saya tahu
kalau bulan pun
dibakar matahari
yang juga memberi warna baju saya.
yang menggigit kuping saya
menjadi merah
ia itu genit
mungkin tengah birahi
berkebaya tanpa peniti
.
padahal saya telah kadung
rindui bulan
yang bulat menawan
tanpa saya tahu
kalau bulan pun
dibakar matahari
yang juga memberi warna baju saya.
HARKAT: Nunung Noor El Niel
HARKAT
Mengapa harus bertopang pipi
karena mendung di luar sana
Apakah selembar tiket itu
tak pernah sampai di atas meja
Tentang sebuah perjalanan
Mengapa harus bertopang dagu
dan duduk termangu di sebuah bangku
Apakah tak ada lagi tempat menunggu
meskipun di selasar waktu
Untuk sekadar saling bercumbu
Padahal kau tahu bagaimana
menyingkapkan seluruh rindu
Sebelum tumbuh menjadi benalu
dan cemburu membakar hasrat
menjadi musuh di balik belikat
Maka biarkan kini semua khianat
menyayat setiap martabat
Jika cinta bukan lagi hakikat
Di mana kesetiaan menjadi jerat
Apalagi menjadi malaikat penyelamat
Meskipun yang tersisa kelak
hanya sebatas harkat untuk dibaca
bukan sebagai hikayat
di antara puisi dan prosa
tersimpan kebebasan seluruh makna
: terjemahkanlah....
Denpasar 26 02 2016
Mengapa harus bertopang pipi
karena mendung di luar sana
Apakah selembar tiket itu
tak pernah sampai di atas meja
Tentang sebuah perjalanan
Mengapa harus bertopang dagu
dan duduk termangu di sebuah bangku
Apakah tak ada lagi tempat menunggu
meskipun di selasar waktu
Untuk sekadar saling bercumbu
Padahal kau tahu bagaimana
menyingkapkan seluruh rindu
Sebelum tumbuh menjadi benalu
dan cemburu membakar hasrat
menjadi musuh di balik belikat
Maka biarkan kini semua khianat
menyayat setiap martabat
Jika cinta bukan lagi hakikat
Di mana kesetiaan menjadi jerat
Apalagi menjadi malaikat penyelamat
Meskipun yang tersisa kelak
hanya sebatas harkat untuk dibaca
bukan sebagai hikayat
di antara puisi dan prosa
tersimpan kebebasan seluruh makna
: terjemahkanlah....
Denpasar 26 02 2016
Rabu, 24 Februari 2016
Acara Peluncuran, oleh Panitia: Bambang Widyatmoko
Berdasarkan rapat "panitia" pada 24 Februari 2016 telah diputuskan hasilnya sebagai berikut:
SUSUNAN ACARA
Pukul 19.30 WIB (Waktu Indonesia Bulungan)
PEMBUKAAN: Sambutan Slamet Widodo didampingi Rg Bagus Warsono dan peluncuran buku antologi puisi Sakkarepmu
BAGIAN PERTAMA
MUSIK
Penampilan 10 penyair
BAGIAN KEDUA
MUSIK
Penampilan 10 penyair
BAGIAN KETIGA
MUSIK
Penampilan 10 penyair
Penutup: Pembacaan puisi Sosiawan Leak
CATATAN:
-Tiap penyair hanya diperkenankan membaca 1 (satu) puisi dengan durasi maksimal (diusahakan) 3 menit
-Penyair/pembaca puisi dari luar pulau Jawa dan luar DKI Jakarta diprioritaskan membacakan puisinya pada Bagian Pertama dan Kedua
-Pembawa acara bin MC Sosiawan Leak
-Akan diumumkan urutan 10 penyair pada tiap bagian agar masing-masing dapat mempersiapkan diri
-Disediakan hidangan makan malam Gultik (gule tikungan yang merupakan ciri khas kuliner di seputar bulungan blok M)
SUSUNAN ACARA
Pukul 19.30 WIB (Waktu Indonesia Bulungan)
PEMBUKAAN: Sambutan Slamet Widodo didampingi Rg Bagus Warsono dan peluncuran buku antologi puisi Sakkarepmu
BAGIAN PERTAMA
MUSIK
Penampilan 10 penyair
BAGIAN KEDUA
MUSIK
Penampilan 10 penyair
BAGIAN KETIGA
MUSIK
Penampilan 10 penyair
Penutup: Pembacaan puisi Sosiawan Leak
CATATAN:
-Tiap penyair hanya diperkenankan membaca 1 (satu) puisi dengan durasi maksimal (diusahakan) 3 menit
-Penyair/pembaca puisi dari luar pulau Jawa dan luar DKI Jakarta diprioritaskan membacakan puisinya pada Bagian Pertama dan Kedua
-Pembawa acara bin MC Sosiawan Leak
-Akan diumumkan urutan 10 penyair pada tiap bagian agar masing-masing dapat mempersiapkan diri
-Disediakan hidangan makan malam Gultik (gule tikungan yang merupakan ciri khas kuliner di seputar bulungan blok M)
Terima kasih
CINTA RAPUH, Wanto Tirta
CINTA RAPUH
hujan jatuh
rindu luruh
kau bersimpuh
hujan jatuh
rindu luruh
kau bersimpuh
cinta rapuh
kemana rindu
menyelinap di gardu
23022016
kemana rindu
menyelinap di gardu
23022016
Kamsepay, Ness Kartamihardja
Kamsepay
.
.
Sementara musik keroncong klasik,
mengalun sendu,
perutku ikut berkeroncongan
padahal,
ketika irama grunge menggebu-gebu,
aku tak bisa menari kejang
.
Aku memang kamsepay,
seperti kata si Alay
.
lidahku tidak sekolah,
apalagi ke Cambridge sana,
Sekolah Rakyat pun,
hanya setengah kukecap
.
Icip-icip twitter?
ra mudheng!
Cobain sushi?
jijik!
Minum Cola Lola?
kelu ini lidah!
.
Baju beskap, celana pangsi,
blangkon sedang bertelor,
masuk kantor,
aku di 'persona non grata'!
.
Aku memang kamsepay,
seperti kata si Alay
.
Kusiasati laah ...,
Baju beskap berkancing emas,
berkarat-karat, bukan sekarat!
blangkon bertelor intan gemerlap,
celana pangsi dari serat platina,
sekantor serempak hormat:
"Siap, grakkk!!!"
tabik mendadak
.
Aku memang kamsepay,
seperti kata si Alay
.
Mereka juga!!!
.
Kamu?
.
21feb15
.
.
Sementara musik keroncong klasik,
mengalun sendu,
perutku ikut berkeroncongan
padahal,
ketika irama grunge menggebu-gebu,
aku tak bisa menari kejang
.
Aku memang kamsepay,
seperti kata si Alay
.
lidahku tidak sekolah,
apalagi ke Cambridge sana,
Sekolah Rakyat pun,
hanya setengah kukecap
.
Icip-icip twitter?
ra mudheng!
Cobain sushi?
jijik!
Minum Cola Lola?
kelu ini lidah!
.
Baju beskap, celana pangsi,
blangkon sedang bertelor,
masuk kantor,
aku di 'persona non grata'!
.
Aku memang kamsepay,
seperti kata si Alay
.
Kusiasati laah ...,
Baju beskap berkancing emas,
berkarat-karat, bukan sekarat!
blangkon bertelor intan gemerlap,
celana pangsi dari serat platina,
sekantor serempak hormat:
"Siap, grakkk!!!"
tabik mendadak
.
Aku memang kamsepay,
seperti kata si Alay
.
Mereka juga!!!
.
Kamu?
.
21feb15
Kulihat Puisi, Wadie Maharief
Kulihat Puisi
Kulihat puisi di wajahmu
kulihat puisi di matamu
kulihat puisi di jantungmu
kulihat puisi di hatimu
kulihat puisi di jari-jarimu
kulihat puisi di langkahmu
kulihat puisi di bibirmu
tapi tak kulihat puisi
di kepalamu
juga di perutmu?
----Yogya 23 Februari 2016
Kulihat puisi di wajahmu
kulihat puisi di matamu
kulihat puisi di jantungmu
kulihat puisi di hatimu
kulihat puisi di jari-jarimu
kulihat puisi di langkahmu
kulihat puisi di bibirmu
tapi tak kulihat puisi
di kepalamu
juga di perutmu?
----Yogya 23 Februari 2016
Senin, 22 Februari 2016
Cagub oleh Ness Kartamihardja
Cagub
.
.
"Te satteee ...!"
tok, tok, tok ...!
"Te satteee ...!"
tok, tok, tok ...!
Tukang sate domba, lewat!
.
Aku beli sepuluh tusuk,
plus ketan bakar dua potong,
sedaap ... ...
.
Bincang sedikit sehabis makan:
"Siapa namanya mas?" tanyaku
"Amad Deny"
"Wuih, nama yang bagus!"
"Asal darimana?"
"Republik Kasihsayang"
Wow ...!
.
"Besok aku berhenti jadi tukang sate pak"
"Kenapa mas?"
"Aku mau jadi Gubernur!"
Wah,
dia hebat, mirip Hitler
"Kira-kira mas mampu tidak?"
"Tentu, karena aku punya program pribadi"
.
Programnya itu unik juga
Katanya,
ibukota akan berlambang 'domba bandot',
mirip dirinya, yang berjenggot,
hot!
Terus semboyannya juga keren:
'Memasyarakatkan sate, menyate masyarakat'
Nanti akan ada pendayagunaan perempuan muda,
yang akan dipekerjakan di pabrik,
bernama 'Manajemen Kasihsayang'
Pekerjaannya tentu saja sangat ringan:
Mengelus-elus sang pejabat dengan kasih sayang,
agar bisa bekerja dengan senang
.
Aku kagum sekali,
sungguh!
aku bilang 'wow', berkali-kali
.
Nanti,
pada hari pemilihan,
akan kucoblos dadanya,
dengan tusuk sate!
.
18feb16
.
.
"Te satteee ...!"
tok, tok, tok ...!
"Te satteee ...!"
tok, tok, tok ...!
Tukang sate domba, lewat!
.
Aku beli sepuluh tusuk,
plus ketan bakar dua potong,
sedaap ... ...
.
Bincang sedikit sehabis makan:
"Siapa namanya mas?" tanyaku
"Amad Deny"
"Wuih, nama yang bagus!"
"Asal darimana?"
"Republik Kasihsayang"
Wow ...!
.
"Besok aku berhenti jadi tukang sate pak"
"Kenapa mas?"
"Aku mau jadi Gubernur!"
Wah,
dia hebat, mirip Hitler
"Kira-kira mas mampu tidak?"
"Tentu, karena aku punya program pribadi"
.
Programnya itu unik juga
Katanya,
ibukota akan berlambang 'domba bandot',
mirip dirinya, yang berjenggot,
hot!
Terus semboyannya juga keren:
'Memasyarakatkan sate, menyate masyarakat'
Nanti akan ada pendayagunaan perempuan muda,
yang akan dipekerjakan di pabrik,
bernama 'Manajemen Kasihsayang'
Pekerjaannya tentu saja sangat ringan:
Mengelus-elus sang pejabat dengan kasih sayang,
agar bisa bekerja dengan senang
.
Aku kagum sekali,
sungguh!
aku bilang 'wow', berkali-kali
.
Nanti,
pada hari pemilihan,
akan kucoblos dadanya,
dengan tusuk sate!
.
18feb16
geliat penyair Indonesia
Nama-nama yang tak asing bagi kesusastraan dewasa ini akan bertemu di peluncuran antologi penyair mbeling Indonesia "Sakkarepmu", 2 Maret 2016 di Waroeng Apresiasi Bulungan Jakarta. Mereka adalah penyair-penyair kawakan yang telah malang melintang dunia perpuisian Indonesia.
Kegiatan peluncuran antologi Sakkarepmu yang diprakarsai Aloysius Slamet Widodo, tokoh penyair mbeling kenamaan lewat 'Kentut-nya, tidak hanya menyuguhkan 'dagelan semata, tetapi memberikan makna geliat penyair Indonesia terhadap isu nasional yang ditangkap oleh para penyair sebagai hal 'semaunya saja baca "Sakkarepmu", sebagai perumpamaan zaman pancaroba Indonesia yang kita cintai ini.
Penyair-penyair top Jawa Tengah seperti Leak Sosiawan Leak, Wardjito Soeharso dan Heru Mugiarso turut ambil bagian dalam pembacaan puisi mbeling Sakkarepmu sakarep penyair mbeling itu.
Tak luput juga penyair Indonesia lainnya yang dimotori Budhi Setyawan Penyair Purworejo , sebagai penyair yang "menjaga Jakarta akan turut meramaikan puisi Sakarepmu bersama penyair Wans Sabang , Zaeni Boli, Fitrah Anugerah, Diah Natalia dll.
Penyair muda Navys Ahmad, penyair Tigaraksa, akan hadir membacakan puisinya yang dipandu tokoh penyair akademisi Bambang Widiatmoko dari Jakarta.
Dua tokoh penyair dari Banjarmasin , Samsuni Sarman dan Aly Arsi, penyair yang getol mengkampanyekan puisi terhadap generasi muda terbang khusus pada 2 Maret 2016 untuk membacakan puisinya dalam Peluncuran Sakkaremu itu.
Penyair Dedari Rsia, asal Bali yang tinggal di Kupang, yg baru-baru ini telah membacakan puisinya di Brunai Darusalam, juga turut hadir di asara Peluncuran Sakkaremu itu.
Mereka dengan sukarela akan menghadiri Peluncuran Sakarepmu pada Rabu 2 Maret 2016 pukul 19.00 di Waroeng Apresiasi Bulungan Blok M Jakarta sebagai penyair tamu dan patut kita hargai :
1. Bambang Isworo-Tjelah Teater
2. Harry Tjahjono
3. Arya Setra
4.Pilus Jaya Selamanya
5. Elyasa Amrin
6. Salimi Ahmad
7. Herlina Priyambodo
8. Dedy Tri Riyadi
Para tokoh penyair Sakkarepmu itu adalah :
1. Dedari Rsia ( Kupang NTT)
2. Ali Arsy Arsy ( Banjarbaru Kalsel)
3.Samsuni Sarman ( Banarmasin)
4. Navys Ahmad ( Tangerang)
5. Bambang Widiatmoko ( Jakarta)
6. Novia Rika ( Jakarta)
7. Heru Mugiarso ( Semarang)
8. Budhi Setyawan Penyair Purworejo ( Purworejo /Bekasi) .
9. Hasan Bisri Bfc, (Bogor)
10. Wans Sabang (Bekasi)
11. Arya Setra (Jakarta)
12. Wardjito Soeharso ( Semarang)
13. Fitrah Anugerah ( Bekasi)
14. Zaeni Boli (Bekasi/Jakarta)
15. Pelajar SMA Indramayu 3 orang
18. RgBagus Warsono (Indramayu)
19. Aloysius Slamet Widodo (Jakarta)
20. Denis Hilmawati,( Karanganyar Solo)
21. Diah Natalia (Bekasi)
22. Leak Sosiawan Leak
dll.
Langganan:
Postingan (Atom)


