Jumat, 15 Januari 2016

Ibu Menunggu Kering Diangin,

Ibu Menunggu Kering Diangin

Bilakah pecinta seni
menjalin hati batikmu sendiri
menambah cantik rupamu gadis
tampan wajahmu pemuda
menambah pesona penampilan Bapak hari ini
dan ibu menunggu kering diangin
Bilakah pecinta seni
Mendambakan keindahan abadi
Dari corak tradisinoal kampung halaman
Yang diukir ibumu dulu
Hingga ibu menunggu kering diagin-angin
Agar cepat melekat ditubuhmu.

Rg Bagus Warsono
Pusi Batik di Hari Batik dibacakan pada Hari Batik Berbaju Batik 2 Oktober 2014 Batik khas Paoman.

BERTUDUNG CAHAYA BULAN, Nunung Noor El Niel

BERTUDUNG CAHAYA BULAN

bertudung cahaya bulan
aku melintasi impian semalam
dan aku melihatmu di sana
menjadi pemulung sisa bayangan
di antara sampah-sampah puisi
di lembar-lembar cabikan
celana dalam kaumku
tapi tak ada perawan suci di situ
bertudung cahaya bulan
aku melihatmu mabuk
dengan mulut yang kotor
menyumpahi seluruh kebinalan
setelah kelaminmu terbakar
oleh penyakit menular
dan kau meriang memaki
semua persetubuhan
sebagai perzinahan
bertudung cahaya bulan
aku melihatmu merayap
seperti seekor tikus yang keluar
dari liang got-got tersembunyi
dengan tubuh tambun
dan kuyup oleh amis sperma
setelah menyetubuhi diri sendiri
mengatas namakan perempuan
bertudung cahaya bulan
aku selimuti dirimu dengan malam
tidurlah dalam kelam
hingga membusuk di kedalaman
liang impian yang kau rindukan
sebagai sebuah kenyataan
bertudung cahaya bulan
malam hanya merentangkan udara
yang menebarkan bau bangkai
dari tubuhmu yang mulai membusuk
sebagai lelaki pecundang
yang menggarami diri sendiri
bertudung cahaya bulan
aku hanya dapat menyapamu
dengan seberkas sinarku
untuk mengurapi dirimu
dari setiap kelalaian
Denpasar 14 01 2016 – 11913

BOM, Riswo Mulyadi

BOM

meledak, siapa luka?
bukan tubuh tapi rasa
bum!
siapa mati?
bukan jiwa tapi rasa
bum!
rasa dan jiwaku tetap ingin hidup
seribu kalipun berdentum
dor!
peluru siapapun melesat
tak akan mampu menembus kulit
karena tubuhku adalah Indonesia
warisan pejuang sejati
14012016

Sajak Teror, Wadie Maharief

Sajak Teror

Apa kabar sayang
Ada kau dengar teror
bom kemarin
mengguncang ibukota
negara
ada yang mati
tertembak
ada polisi
kejar-kejaran
dengan teroris
ada jerit ketakutan
ada yang asyik
menonton
bagaikan sedang
syuting film?
Apa kabar sayang
Ada kau tonton televisi
ada yang menyiarkan
kabar hoax
tentang bom
teroris di ibukota
kemarin
ada yang berhari-hari
mewawancarai
para ahli keamanan
dan teror
ada yang mengurai isu
tentang segala
kemungkinan terjadi
penyebab teror
ada yang bangga
rakyat sudah
berani melawan
teror?
Apa kabar sayang
ada kau dengar kabar
aksi teror
menggoyang ibukota
kemarin
katanya teror
dilakukan kelompok
dari negara Islam
tapi itu dibentuk
negara superpower
untuk melawan teror
jadi seperti perang
melawan teror
dengan teror?
Akh, aku sendiri
seperti kena teror
semalam, sayang
ketika kau
kutelepon
tapi tidak kau angkat
kenapa sayang?
-------- Yogya 16 Januari 2016

Picture Buku

foto Muhammad Lefand

Picture Buku


Pamer Buku

Buana KS

Pamer Buku


Eri Syofratmin

Pictur Buku Sakarepmu

foto Ghee Wirawan II

Pictur Buku Sakarepmu


Rabu, 13 Januari 2016

Pictur Buku Sakarepmu

 Foto oleh Nafis Ahmad

 Foto oleh  Agustaf Triyono

Foto oleh Sosiawan Leak

Selasa, 12 Januari 2016

ADALAH SENJA, RD Kedum

ADALAH SENJA
(Ibuku)
adalah senja
kau rajut dari sehelai benang
kau pintalkan ujungnya
sepucuk jarum kau mainkan menjadi tarian sakral
kerap kau dendangkan;
ketika riuh pipit terbang mengitari padi kita
ketika siamang riang bercanda bersama kerabatnya
ketika elang terbang berputar di bubungan menunggu mangsa
adalah senja
berpuisi di ujung benang yang kau pintal
meningkah gemulai di dentang kromong dua belas; sriwijaya, rentak delapan, serampang dua belas
tersimpul erat di tiap kerut wajah
adalah senja
seperti petri mengibaskan rambut basahnya
/Lubuklinggau, 12 Januari 2016
Ctt: petri = peri/bidadari

PUISIKU (6), Heru Mugiarso

PUISIKU (6)

Puisiku pagi ini ke sekolah
belajar tentang matapelajaran
yang -sumpah - tak dipahami isinya
apalagi khasiatnya
Puisiku pergi ke sekolah
lebih karena malu dibilang pengangguran
nongkrong di rumah tanpa status yang jelas
tertulis di KTP nya

BELAJAR NULIS PUISI, Suyitno Ethex

BELAJAR NULIS PUISI
a, i, u, e, aku belajar nulis puisi
ungkapkan kata hati
biar plog tak membebani diri
membebani langkah setiap hari
aku tak mau peduli
apa katamu nanti
aku belajar nulis puisi
hanya buat ungkapan hati
bukan mau jadi penyair sejati
karena di negeri ini
tak ada satupun yang dihidupi puisi
a, i, u, e, aku belajar merangkai kata
tak peduli apa katamu bila bicara
yang penting aku bisa ungkapkan rasa
lewat kata-kata yang kurangkai dan kutata
yang penting aku merasa lega
setelah melampiaskan rasa lewat kata-kata
a, i, u, e, aku belajar nulis puisi dengan jujur
pasti kau tak percaya, karena bohong lebih manjur
mjk. 12/1/2016

Sabtu, 09 Januari 2016

SALUT, Eddie Mns Soemanto

SALUT
seorang kakek menulis puisi
tentang kaya raya negerinya
yang dikorupsi pejabat dan pengusaha
seorang kemenakannya yang suka puisi yang kebetulan pejabat
di televisi tengah membantu
pak bosnya yang minta saham
di antara hebohnya Donald Trump
melarang muslim masuk Amerika
tapi seorang ibu menulis dan meng-upload foto presiden
yang katanya gagal dapat saham
saya salut sama ibu itu
saya salut sama kakek itu
saya juga salut sama kemenakan itu
tapi saya akan bilang sama
Donald Trump
kalau saya dilarang masuk amerika
saya akan pergi amerina, amereka
atau amerila

DI SINI, DI UJUNG LORONG KUADA, Djemi Tomuka

DI SINI, DI UJUNG LORONG KUADA
aku baru saja melewatinya
pohon-pohon yang basah
di antara sisa-sisa kenang
dari gulir musim masih panjang
sebagian yang tertera
telah kucentang akan kusambangi
dengan beberapa catatan kaki
yang harus kuberi kasut
bunyi derit yang sempat kuhela
telah meninggalkan lecet
untuk tak memborok
di musim berikutnya
di sini,
di ujung lorong kuada
merapal bebau melati
mendahului langkah-langkah tak gesa
untuk tengadah selalu terberi
sebisa matahari memerciki pagi
akan kuikuti arah sinar
mengibarkan siang
pun bila senja itu tibaku
(DJT. mdo, 03 Januari 2015; 22:44)

Rencana Peluncuran Antologi Sakarepmu:

Hadiri Peluncuran Antologi Sakarepmu:
Sekumpulan Puisi
Sakkarepmu !
Penyair Mbeling Indonesia
Sebuah antologi sebagai sekumpulan puisi yang tanggap akan perilaku ‘sakarepmu dewasa ini, sehingga membuat penyair mbeling berbuat ‘sekarep-nya dalam memotret perkembangan Indonesia dewasa ini.
Menutup tahun 2015 sebagai tahun-tahun pancaroba negeri puisi-puisi ‘sakarepmu dalam sekumpulan puisi yangbernama Sakkarepmu ini mewarnai khasanah sastra Indonesia.
Tempat :
Warung Apresiasi Bulungan
Rabu 2 Maret 2016
Pukul 19.30 sampai selesai
Koordinator: Aloysius Slamet Widodo.
Telpon:081682482
Ket :
Mohon kesediaan Sahabat Sakarepmu diharapkan hadir dalam kegiatan peluncuran terutama bagi yang dekat Jakarta dengan menghubungi terlebih dahulu Mas Aloysius Slamet Widodo.

Penulis :

Aan Jasudra (Lahat)
Agustav Triono (Banyumas)
Ali Syamsudin Arsi ( Banjarbaru)
Aloeth Pathi (Pati)
Anggi Putri (Surabaya)
Anggoro Suprapto, (Pati)
Arif Khilwa (Pati)
Ary Sastra(Tanjungpinang)
Buana K.S (Muara Bungo)
Budhi Setyawan (Bekasi)
Dasuki Kosim (Indramayu)
Denis Hilmawati T (Karanganyar)
Diah Natalia (Jakarta Timur)
Eddie MNS Soemanto (Padang)
Eri  Syofratmin (Muara Bungo)
Fernanda Rochman Ardhana (Jember)
Fitrah Anugerah (Bekasi)
Fitriyanti (Indramayu)
Gampang Prawoto(Bojonegoro)
Gunta Wirawan (Singkawang Kalimantan Barat)
Harkoni Madura (Sampang)
Haryatiningsih (Indramayu)
Hasan Bisri BFC (Bogor)
Helmi Setyawan(Tegal)
Heru Mugiarso (Semarang)
Iis Sri Pebriyanti ( Indramayu)
Jen Kelana (Nganjuk)
Marsetio Hariadi (Surabaya)
Muhammad Lefand (Jember)
Nanang Suryadi (Serang)
Navys Ahmad  (Tangerang)
Novia Rika (Jakarta)
Nunung Noor El Niel ( Denpasar)
Nur Fajriyah (Indramayu)
Osratus ( Sorong)
Rg Bagus Warsono (Indramayu)
Rini Garini (Maalengka)
Riswo Mulyadi (Banyumas)
Riza Umami (Indramayu)
Sahadewa (Kupang)
Samsuni Sarman (Banarmasin)
Sokanindya Pratiwi Wening (Medan)
Slamet Widodo (Solo)
Sunaryo JW (Tapanuli)
Sus S . Hardjono (Sragen)
Suyitno Ethex (Mojokerto)
Tonganni Mentia (Toraja)
Tutik Hariyati S (Indramayu)
Ustadji Pantja Wibiarsa (Purworejo)
Wadie Maharief ( Yogyakarta)
Wahyu Hidayat(Banyuwangi)
Wans Sabang (Bekasi)
Wardjito Soeharso(semarang)
Wirol Haurissa (Ambon)
Yuditeha (Solo)
Zaeni Boli (Bekasi)





Rabu, 06 Januari 2016

INDONESIA MOVE ON, Yuditeha

INDONESIA MOVE ON

kebahagiaan sejati adalah saat sang diri sadar sedang sakit dan perlu berobat
kesialan sejati adalah ketika sang diri kecewa dan sedang merencanakan pelampiasan dendam
ketangguhan sejati adalah bukan sedikitsedikitan berlaku salah hingga tak mau lagi memerlukan koreksi
derita sejati adalah saat sang diri salah dan tak mau lagi membetulkannya
Indonesia terpelset bukan aib
Indonesia galau boleh saja asal tak berlarutlarut
Indonesia move on sama dengan Indonesia bangkit

DI TAHTA-TAHTA YANG TINGGI, Yuditeha

DI TAHTA-TAHTA YANG TINGGI
di tahta-tahta yang tinggi
dosa-dosa akan ditumpahkan
seperti layaknya terang yang mengambinghitamkan malam
adalah rahasia yang sewajarnya
yang besar akan melupakan yang kecil dan semua akan mengiyakan menurut hukum khalayak
di tahta-tahta yang tinggi
semua akan segan mempertanyakan kekeliruan seiring melupanya sebuah kehormatan
janji-janji adalah denyut jantung semasa merayu
mungkin lebih tepat menggombali
jauh di lorong hati tersirat kata manipulasi
jiwa-jiwa haus damai karena cairan cinta dalam tubuh telah menguap
di tahta-tahta yang tinggi
napsu-napsu berkelana
mengendus-endus kesempatan
segala mata menatap kecurigaan
di ajak-ajak setan yang berbisik tentang kesewenangan
untuk menginjak-injak segala yang ada di bawah
tak adakah yang berani menanyakan, panas yang mengeringkan langit itu
hingga menciptakan beribu lengking teriakan?
atau terik yang menajamkan bintang itu hingga menyisakan duri-duri yang tertinggal di sekujur darah?

SALUT, Eddie Mns Soemanto

SALUT
seorang kakek menulis puisi
tentang kaya raya negerinya
yang dikorupsi pejabat dan pengusaha
seorang kemenakannya yang suka puisi yang kebetulan pejabat
di televisi tengah membantu
pak bosnya yang minta saham
di antara hebohnya Donald Trump
melarang muslim masuk Amerika
tapi seorang ibu menulis dan meng-upload foto presiden
yang katanya gagal dapat saham
saya salut sama ibu itu
saya salut sama kakek itu
saya juga salut sama kemenakan itu
tapi saya akan bilang sama
Donald Trump
kalau saya dilarang masuk amerika
saya akan pergi amerina, amereka
atau amerila